Meski mengaku masih harus beradaptasi kembali, namun Keith Kayamba
mengaku tidak terlalu kesulitan melakoni peran barunya sebagai pelatih
fisik Sriwijaya FC di kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC)
2016 yang baru saja dimulai. Pemain asal St Kitts and Nevis ini pun
mulai debutnya sebagai pelatih fisik saat laskar wong kito menggelar
latihan di stadion Siliwangi Bandung, Selasa (3/5) pagi.
Menurutnya, tidak ada kendala berarti yang ditemuinya saat harus
menggenjot kebugaran Firman Utina dkk saat ini. “Sekarang saya jauh
lebih rileks, tidak ada masalah karena hampir semuanya pernah bermain
bersama saya, baik sebagai rekan setim maupun lawan saat pertandingan,”
ujar Kayamba saat dihubungi Selasa (3/5) sore.
Pemain yang juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa SFC
ini juga menyatakan bahwa perannya saat musim 2011/2012 lalu jauh lebih
berat. “Saat itu status saya pemain yang juga merangkap sebagai pelatih
fisik. Bagi saya itu jauh lebih susah,” ujar ayah dari 2 orang anak ini.
Saat ini, tugasnya hanya mendukung program pelatih kepala SFC yakni
Widodo C Putro. “Tapi saya juga diminta mengatur program recovery,
mengawasi menu makan pemain. Namun jika diminta untuk bermain saat
latihan saya pun siap,” ungkap Kayamba seraya berkelakar.
Diakuinya, fisiknya pun saat ini masih cukup bugar untuk bermain
sepakbola, profesi yang sudah dijalankannya sejak puluhan tahun lalu.
“Sebelum bergabung ke SFC, sembari melatih saya pun masih bermain di
kompetisi salah satu negara bagian Australia. Namun tidak masalah
sekarang saya bukanlah pemain, menjadi pelatih fisik juga sebuah
tantangan dan saya hadir kesini untuk membawa tim menjadi juara
kembali,” tegasnya.
Kayamba juga menyatakan bahwa saat mendapat tawaran menjadi staf
pelatih, dirinya tidak perlu berpikir panjang dan merasa bangga
diberikan kesempatan tersebut. “Saya 5 musim menjadi bagian SFC,
masyarakat Palembang juga sangat baik dan kerap menanyakan kabar saya
melalui instagram. Jadi tidak sulit menerima tawaran itu, namun tetap
ada komunikasi dan negosiasi terlebih dulu. Awalnya saya langsung ingin
bergabung, namun ada proses administrasi yang mesti dijalankan dan itu
cukup lama sehingga saya baru bisa ke Indonesia bertepatan dengan laga
pertama ISC,” bebernya.
Jumat, 06 Mei 2016
Teja Paku Alam Tetap Membumi
Penampilan kiper muda Sriwijaya FC di 2 laga awal kompetisi
Indonesian Soccer Championship menuai pujian. Meski sempat diragukan,
namun jebolan SFC U21 ini sukses membayar kepercayaan manajemen laskar
wong kito yang mempercayainya sebagai penjaga gawang utama saat
pertandingan melawan Persib Bandung (30/4) dan Persiba Balikpapan (6/5).
Dua hasil imbang yang diraih oleh SFC pun dianggap banyak pihak sebagai salah satu pembuktian kualitas kiper yang juga akan memperkuat tim PON Sumsel di PON Jabar nanti. Melawan Persib Bandung, Teja sukses membendung serbuan Syamsul Arif dan Juan Belencosso sepanjang laga. Maung Bandung baru bisa memaksakan hasil imbang di penghujung laga melalu gol Tantan yang lahir dari sebuah kemelut di kotak penalti SFC.
Sementara saat melawan Persiba Balikpapan, Teja yang tampil sejak menit awal mampu tampil tenang dan menggagalkan sejumlah serangan Beruang Madu. Sebuah aksinya yang menepis tendangan Shohei Matsunaga juga membuat SFC akhirnya kembali memperoleh di laga away sekaligus clean sheet pertama musim ini.
Menanggapi hal tersebut, Teja mengaku cukup puas dengan penampilannya dan berharap terus mendapat kesempatan nantinya. “Saya masih harus banyak belajar dari pemain senior di tim ini. Saya beruntung mereka banyak memberikan masukan kepada saya, sehingga di lapangan saya bisa lebih tenang dan percaya diri,” ungkapnya saat dihubungi Jumat (6/5) malam.
Dirinya pun mengaku siap membayar kepercayaan manajemen SFC yang sudah memberinya kesempatan menjaga mistar gawang SFC musim ini. “Manajemen juga terus memberikan support, sebagai pemain muda tentu hal tersebut sangat berarti. Pelatih juga punya peran yang sama, setiap hari saya terus diberikan masukan agar lebih baik,” tambahnya.
Pemain yang juga lulusan SAD Uruguay ini juga enggan berkomentar lebih banyak terkait penampilannya yang dinilai sangat menjanjikan kedepan. “Itu terlalu berlebihan, banyak yang harus saya perbaiki lagi. Namun saya bangga diberikan kesempatan bermain untuk SFC, semoga kedepan saya bisa membawa tim ini menjadi juara, sebuah hal yang dulu pernah saya lakukan untuk tim U21. Jika itu terwujud maka akan sangat membanggakan,” tekadnya.
Sementara itu, pelatih kiper PON Sumsel Heri Susilo mengaku tidak terlalu terkejut dengan performa Teja Paku Alam di SFC saat ini. “Saya sudah mengenalnya cukup baik dan apa yang ditunjukkannya saat ini bukanlah kebetulan. Teja mau bekerja keras, berlatih fokus dan di tim SFC U21 serta PON Sumsel selama ini kami sangat yakin dengan penampilannya. Namun dia tidak boleh cepat puas, karena tantangan akan semakin berat, tapi saya senang karena selama ini hanya masalah kesempatan yang belum didapatkannya,” ujarnya singkat saat dimintai komentar mengenai performa Teja Paku Alam.
Dua hasil imbang yang diraih oleh SFC pun dianggap banyak pihak sebagai salah satu pembuktian kualitas kiper yang juga akan memperkuat tim PON Sumsel di PON Jabar nanti. Melawan Persib Bandung, Teja sukses membendung serbuan Syamsul Arif dan Juan Belencosso sepanjang laga. Maung Bandung baru bisa memaksakan hasil imbang di penghujung laga melalu gol Tantan yang lahir dari sebuah kemelut di kotak penalti SFC.
Sementara saat melawan Persiba Balikpapan, Teja yang tampil sejak menit awal mampu tampil tenang dan menggagalkan sejumlah serangan Beruang Madu. Sebuah aksinya yang menepis tendangan Shohei Matsunaga juga membuat SFC akhirnya kembali memperoleh di laga away sekaligus clean sheet pertama musim ini.
Menanggapi hal tersebut, Teja mengaku cukup puas dengan penampilannya dan berharap terus mendapat kesempatan nantinya. “Saya masih harus banyak belajar dari pemain senior di tim ini. Saya beruntung mereka banyak memberikan masukan kepada saya, sehingga di lapangan saya bisa lebih tenang dan percaya diri,” ungkapnya saat dihubungi Jumat (6/5) malam.
Dirinya pun mengaku siap membayar kepercayaan manajemen SFC yang sudah memberinya kesempatan menjaga mistar gawang SFC musim ini. “Manajemen juga terus memberikan support, sebagai pemain muda tentu hal tersebut sangat berarti. Pelatih juga punya peran yang sama, setiap hari saya terus diberikan masukan agar lebih baik,” tambahnya.
Pemain yang juga lulusan SAD Uruguay ini juga enggan berkomentar lebih banyak terkait penampilannya yang dinilai sangat menjanjikan kedepan. “Itu terlalu berlebihan, banyak yang harus saya perbaiki lagi. Namun saya bangga diberikan kesempatan bermain untuk SFC, semoga kedepan saya bisa membawa tim ini menjadi juara, sebuah hal yang dulu pernah saya lakukan untuk tim U21. Jika itu terwujud maka akan sangat membanggakan,” tekadnya.
Sementara itu, pelatih kiper PON Sumsel Heri Susilo mengaku tidak terlalu terkejut dengan performa Teja Paku Alam di SFC saat ini. “Saya sudah mengenalnya cukup baik dan apa yang ditunjukkannya saat ini bukanlah kebetulan. Teja mau bekerja keras, berlatih fokus dan di tim SFC U21 serta PON Sumsel selama ini kami sangat yakin dengan penampilannya. Namun dia tidak boleh cepat puas, karena tantangan akan semakin berat, tapi saya senang karena selama ini hanya masalah kesempatan yang belum didapatkannya,” ujarnya singkat saat dimintai komentar mengenai performa Teja Paku Alam.
Laskar Wong Kito untuk kali kedua berturut-turut sukses mencuri satu angka di kandang lawan.
Sriwijaya FC kembali mampu mencuri poin dalam laga tandang mereka setelah memaksa tuan rumah Persiba Balikpapan bermain imbang tanpa gol pada lanjutan Torabika Soccer Championschip (TSC) 2016 di Stadion Parikesit, Jumat (6/5) petang WIB.
Dalam laga ini, Persiba mampu menguasai permainan, dan mendapatkan sejumlah peluang. Namun Teja Paku Alam tampil gemilang di bawah mistar untuk mementahkan peluang Beruang Madu.
Babak pertama
Persiba yang tampil di hadapan pendukungnya justru mendapat tekanan lebih dulu dari Sriwijaya FC. Kendati demikian, serangan yang dilancarkan tim tamu tidak memberikan ancaman berarti bagi gawang Persiba.
Selepas laga berjalan sepulu menit, Persiba mulai keluar dari tekanan, dan mengimbangi permainan agresif Sriwijaya FC. Peluang diperoleh Rahel Radiansyah pada menit ke-11, namun sepakannya masih bisa diamankan kiper Teja Paku Alam.
Teja kembali memperlihatkan kapasitasnya sebagai kiper andalan Sriwijaya FC setelah ia sukses mementahkan peluang Persiba melalui tendangan bebas Shohei Matsunaga di menit ke-21.
Sriwijaya FC berusaha keluar dari tekanan Persiba melalui serangan balik cepat. Namun pertahanan solid yang diperagakan tuan rumah membuat Laskar Wong Kito menemui kesulitan menembus lini belakang.
Kendati demikian, Sriwijaya FC sempat mendapatkan peluang untuk membuka keunggulan pada menit ke-37, tapi tandukan Alberto Goncalves masih bisa dipatahkan kiper Alfonsius Kelvan. Skor tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai.
Babak kedua
Persiba yang berambisi mendapatkan poin penuh di laga kandang mereka kembali memeragakan permainan agresif. Sebaliknya, Sriwijaya FC cenderung menunggu sambil mencari celah untuk melakukan serangan balik.
Serangan yang dibangun Persiba membuat pertahanan Sriwijaya FC harus bekerja keras menghalau bola menjauhi kotak penalti. Selain itu, performa gemilang Teja di bawah mistar juga turut membantu gawang Sriwijaya FC aman dari kebobolan, termasuk menahan tendangan Matsunaga dari luar kotak penalti pada menit ke-73.
Kendati mendapat tekanan, Sriwijaya FC masih sempat mendapatkan peluang yang nyaris mengubah papan skor. Sundulan Hilton Moreira mengarah ke gawang, dan Alfonsius sudah mati langkah. Namun Dirkir Glay mampu menghalau bola sebelum melewati garis gawang.
Persiba memberikan respons dengan mengancam gawang Sriwijaya FC. Pada menit ke-83 Persiba hampir membuka keunggulan ketika pemain pengganti Heri Susanto melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Teja mampu memblok bola, tapi si kulit bundar mental, dan menghajar mistar gawang.
Di waktu tersisa, Persiba terus melakukan tekanan ke pertahanan Sriwijaya FC yang memilih bertahan untuk mengamankan satu poin. Hingga wasit meniup peluit panjang, kedua tim gagal menjebol gawang lawan masing-masing, dan harus puas mendapatkan satu poin.
Berikut susunan pemain:
Persiba: Alfonsius Kelvan; Abdul Rachman, Ledi Utomo, Dirkir Glay, Iqbal Samad, Kurniawan Karman (Syamsir 61'), Ledi Utomo, Shohei Matsunaga, Rahel Radiansyah (Heri 82'), Okto Maniani (Vinicius 80'), Abdul Aziz. Cadangan: Yoewanto Beny; Absor Fauzi, Fengky Turnando, Siswanto, Heri Susanto, Syamsir Alam, Vinicius Reis.
Pelatih: Jaino Matos
Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Ngurah, Achmad Jufriyanto (Ichsan 90+1), Fachrudin Aryanto, Supardi, Wildansyah, Firman Utama ( Yohanis 71'), M Ridwan (Mushafry 10'), Yu Hyun Koo, Hilton Moreira, Beto Goncalves. Cadangan: Yogi Triana; Eka Ramdani, Ichsan Kurniawan, Zalnando, Airlangga Sucipto, TA Mushafry, Yohanis Nabar.
Pelatih: Widodo Cahyono Putro
Dalam laga ini, Persiba mampu menguasai permainan, dan mendapatkan sejumlah peluang. Namun Teja Paku Alam tampil gemilang di bawah mistar untuk mementahkan peluang Beruang Madu.
Babak pertama
Persiba yang tampil di hadapan pendukungnya justru mendapat tekanan lebih dulu dari Sriwijaya FC. Kendati demikian, serangan yang dilancarkan tim tamu tidak memberikan ancaman berarti bagi gawang Persiba.
Selepas laga berjalan sepulu menit, Persiba mulai keluar dari tekanan, dan mengimbangi permainan agresif Sriwijaya FC. Peluang diperoleh Rahel Radiansyah pada menit ke-11, namun sepakannya masih bisa diamankan kiper Teja Paku Alam.
Teja kembali memperlihatkan kapasitasnya sebagai kiper andalan Sriwijaya FC setelah ia sukses mementahkan peluang Persiba melalui tendangan bebas Shohei Matsunaga di menit ke-21.
Sriwijaya FC berusaha keluar dari tekanan Persiba melalui serangan balik cepat. Namun pertahanan solid yang diperagakan tuan rumah membuat Laskar Wong Kito menemui kesulitan menembus lini belakang.
Kendati demikian, Sriwijaya FC sempat mendapatkan peluang untuk membuka keunggulan pada menit ke-37, tapi tandukan Alberto Goncalves masih bisa dipatahkan kiper Alfonsius Kelvan. Skor tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai.
Babak kedua
Persiba yang berambisi mendapatkan poin penuh di laga kandang mereka kembali memeragakan permainan agresif. Sebaliknya, Sriwijaya FC cenderung menunggu sambil mencari celah untuk melakukan serangan balik.
Serangan yang dibangun Persiba membuat pertahanan Sriwijaya FC harus bekerja keras menghalau bola menjauhi kotak penalti. Selain itu, performa gemilang Teja di bawah mistar juga turut membantu gawang Sriwijaya FC aman dari kebobolan, termasuk menahan tendangan Matsunaga dari luar kotak penalti pada menit ke-73.
Kendati mendapat tekanan, Sriwijaya FC masih sempat mendapatkan peluang yang nyaris mengubah papan skor. Sundulan Hilton Moreira mengarah ke gawang, dan Alfonsius sudah mati langkah. Namun Dirkir Glay mampu menghalau bola sebelum melewati garis gawang.
Persiba memberikan respons dengan mengancam gawang Sriwijaya FC. Pada menit ke-83 Persiba hampir membuka keunggulan ketika pemain pengganti Heri Susanto melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Teja mampu memblok bola, tapi si kulit bundar mental, dan menghajar mistar gawang.
Di waktu tersisa, Persiba terus melakukan tekanan ke pertahanan Sriwijaya FC yang memilih bertahan untuk mengamankan satu poin. Hingga wasit meniup peluit panjang, kedua tim gagal menjebol gawang lawan masing-masing, dan harus puas mendapatkan satu poin.
Berikut susunan pemain:
Persiba: Alfonsius Kelvan; Abdul Rachman, Ledi Utomo, Dirkir Glay, Iqbal Samad, Kurniawan Karman (Syamsir 61'), Ledi Utomo, Shohei Matsunaga, Rahel Radiansyah (Heri 82'), Okto Maniani (Vinicius 80'), Abdul Aziz. Cadangan: Yoewanto Beny; Absor Fauzi, Fengky Turnando, Siswanto, Heri Susanto, Syamsir Alam, Vinicius Reis.
Pelatih: Jaino Matos
Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Ngurah, Achmad Jufriyanto (Ichsan 90+1), Fachrudin Aryanto, Supardi, Wildansyah, Firman Utama ( Yohanis 71'), M Ridwan (Mushafry 10'), Yu Hyun Koo, Hilton Moreira, Beto Goncalves. Cadangan: Yogi Triana; Eka Ramdani, Ichsan Kurniawan, Zalnando, Airlangga Sucipto, TA Mushafry, Yohanis Nabar.
Pelatih: Widodo Cahyono Putro
Balik ke SFC, Keith Kayamba Ingat Peran pada Musim 2011-2012
Keith Kayamba Gums sudah bergabung dengan Sriwijaya FC (SFC) sejak Minggu (1/5/2016) di
Bandung atau sehari setelah SFC bermain 1-1 melawan Persib Bandung pada
laga perdana Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 Presented by IM3
Ooredoo. Kayamba mengakui masih terus beradaptasi dengan peran barunya
sebagai pelatih fisik Laskar Wong Kito.
Di sisi lain, pria asal St Kitts and Nevis ini mengakui tidak sulit dan tak perlu berpikir panjang sebelum menerima tawaran jadi staf pelatih SFC. Alasannya apalagi bila bukan kedekatan dengan klub yang membesarkan namanya dalam pentas sepak bola Indonesia.
"Lima musim saya jadi bagian SFC. Meski tak lagi di SFC, warga Palembang masih sangat baik dan kerap menanyakan kabar saya melalui Instagram. Hanya, sebelum resmi menerima tawaran itu, tetap ada negosiasi terlebih dulu. Ada juga proses administrasi yang harus saya lewati sehingga saya baru bisa bergabung pada pertandingan pertama TSC," beber Kayamba.
Sebagai pelatih fisik, Kayamba sudah mulai debutnya saat Firman Utina dkk. menjalani latihan di Stadion Siliwangi, Bandung, Selasa (3/5/2016). Ia menyebut menjalani debutnya dengan santai lantaran mayoritas pemain sudah dikenalnya. Ada yang pernah satu tim dengannya atau jadi lawan, semasa masih aktif bermain dulu.
Pria 43 tahun ini lantas menceritakan yang dijalaninya saat ini jauh lebih ringan ketimbang musim 2011-2012. "Meski sekarang saya harus tetap beradaptasi dengan tim, musim 2011-2012 lebih berat karena ketika itu saya berstatus pemain merangkap pelatih fisik. Jadi, jauh lebih susah," ungkapnya.
Ayah dua anak itu menambahkan tugasnya sekarang adalah mendukung program pelatih SFC, Widodo Cahyono Putro. "Saya diminta mengatur program pemulihan dan mengawasi menu makan pemain. Namun, jika diminta bermain saat latihan pun saya siap," ujarnya sambil bercanda.
Kayamba menyebut fisiknya masih cukup oke karena selama ini, sembari melatih ia bermain pada salah satu kompetisi di negara bagian Australia sehingga staminanya tetap terjaga.
Meski begitu, ia tetap menomorsatukan tugasnya sebagai pelatif fisik. "Jadi pelatih fisik SFC jadi tantangan dan saya kembali ke Sriwijaya FC untuk membawa tim ini jadi juara lagi," tegas Kayamba.
Di sisi lain, pria asal St Kitts and Nevis ini mengakui tidak sulit dan tak perlu berpikir panjang sebelum menerima tawaran jadi staf pelatih SFC. Alasannya apalagi bila bukan kedekatan dengan klub yang membesarkan namanya dalam pentas sepak bola Indonesia.
"Lima musim saya jadi bagian SFC. Meski tak lagi di SFC, warga Palembang masih sangat baik dan kerap menanyakan kabar saya melalui Instagram. Hanya, sebelum resmi menerima tawaran itu, tetap ada negosiasi terlebih dulu. Ada juga proses administrasi yang harus saya lewati sehingga saya baru bisa bergabung pada pertandingan pertama TSC," beber Kayamba.
Sebagai pelatih fisik, Kayamba sudah mulai debutnya saat Firman Utina dkk. menjalani latihan di Stadion Siliwangi, Bandung, Selasa (3/5/2016). Ia menyebut menjalani debutnya dengan santai lantaran mayoritas pemain sudah dikenalnya. Ada yang pernah satu tim dengannya atau jadi lawan, semasa masih aktif bermain dulu.
Pria 43 tahun ini lantas menceritakan yang dijalaninya saat ini jauh lebih ringan ketimbang musim 2011-2012. "Meski sekarang saya harus tetap beradaptasi dengan tim, musim 2011-2012 lebih berat karena ketika itu saya berstatus pemain merangkap pelatih fisik. Jadi, jauh lebih susah," ungkapnya.
Ayah dua anak itu menambahkan tugasnya sekarang adalah mendukung program pelatih SFC, Widodo Cahyono Putro. "Saya diminta mengatur program pemulihan dan mengawasi menu makan pemain. Namun, jika diminta bermain saat latihan pun saya siap," ujarnya sambil bercanda.
Kayamba menyebut fisiknya masih cukup oke karena selama ini, sembari melatih ia bermain pada salah satu kompetisi di negara bagian Australia sehingga staminanya tetap terjaga.
Meski begitu, ia tetap menomorsatukan tugasnya sebagai pelatif fisik. "Jadi pelatih fisik SFC jadi tantangan dan saya kembali ke Sriwijaya FC untuk membawa tim ini jadi juara lagi," tegas Kayamba.
Sriwijaya FC Gagal Bawa Pulang 3 Poin dari Kandang Persiba
Tim Sriwijaya FC harus
puas dengan hasil imbang 0-0 saat dijamu Persiba Balikpapan dalam
lanjutan Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo di
Stadion Persiba, Jumat (6/5/2016).
Hasil imbang ini jadi yang kedua bagi Laskar Wong Kito setelah meraih hasil yang sama saat imbang 1-1 dengan Persib Bandung pada pekan pertama, pekan lalu.
Bermain di kandang sendiri, tuan rumah tampil dominan pada awal laga. Peluang emas Persiba Balikpapan didapat pada menit ke-11 melalui, Oktavianus Maniani namun sepakannya dapat dihalau oleh penjaga gawang Sriwijaya FC, Teja Paku Alam.
Tak berselang lama, pemain Beruang Madu, Rahel Rahardiansyah kembali mengancam gawang Sriwijaya FC. Sayang, sepakannya mampu diamankan Teja. Peluang tuan rumah lewat tendangan Shohei Matsunaga pada menit ke-21 juga kembali dimentahkan Teja yang bermain apik di bawah mistar Sriwijaya FC.
Terus ditekan, Sriwijaya terlihat frustrasi. Striker impor, Hilton Moreira diganjar kartu kuning karena melanggar Iqbal Samad pada menit ke-30. Gara-gara tekel tersebut, Iqbal Samad sempat mendapat pertolongan dari tim medis.
Sriwijaya FC mendapatkan peluang emas pertama pada menit ke-37. Umpan diagonal dari Supardi gagal dimanfaatkan menjadi gol oleh Alberto Goncalves. Tandukan mantan pemain Persipura Jayapura itu bisa dihalau dengan sangat baik oleh Alfonsius Kelvan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persiba mengejutkan pertahanan Sriwijaya FC. Tendangan dari kotak penalti yang dilakukan Kurniawan Karman cukup mengagetkan pertahanan Sriwijaya FC. Sayang, sepakan Kurniawan melambung tinggi di atas mistar gawang Teja.
Lini belakang Sriwijaya FC yang begitu mudah ditembus menjadi ajang Kurniawan pamer kebolehan dengan meliuk-liuk di lapangan tengah. Kerja samanya dengan Oktovianus Maniani cukup merepotkan pertahanan Laskar Wong Kito.
Teja Paku Alam kembali bekerja keras pada menit ke-57. Sepakan keras dari Okto Maniani dari sudut kiri penyerangan Persiba bisa diantisipasi dengan baik oleh mantan pemain Sriwijaya U-21 itu.
Pada menit ke-66, Sriwijaya FC mendapatkan peluang emasnya yang pertama. Umpan jauh Beto Goncalves diterima dengan baik oleh Hilton Moreira. Sayang, pemain Brasil itu tak mampu memanfaatkan peluang. Tendangannya lemah dan dapat diantisipasi, Alfonsius.
Pertandingan berjalan seru memasuki menit akhir pertandingan. Pemain pengganti Heri Susanto, melakukan sepakan dari jauh dan lagi-lagi ditepis oleh Teja Paku Alam.
Jual beli serangan tetap terjadi namun tidak ada gol yang tercipta. Hasil imbang 0-0 membuat kedua tim harus puas dengan meraih satu poin pada pekan kedua Torabika SC 2016.
Susunan Pemain:
Persiba (4-4-2): Alfonsius Kelvan; Abdul Aziz Lutfi Akbar, Abdul Rahman, Ledi Utomo, Dirkir Kohn Glay; Iqbal Samad, Antonius Teles Junior, Kurniawan Karman, Oktavianus Maniani; Rahel Radiansyah, Sohei Matsunaga
Pelatih: Jaino Matos
Sriwijaya FC (4-4-2): Teja Paku Alam; Ngurah Wahyu Trisna, Achmad Jufriyanto, Supardi, Wildansyah; Firman Utia, Yu Hyun-koo, M. Ridwan, Fachrudin Aryanto; Alberto Goncalves, Hilton Moreira
Pelatih: Widodo C. Putro
Hasil imbang ini jadi yang kedua bagi Laskar Wong Kito setelah meraih hasil yang sama saat imbang 1-1 dengan Persib Bandung pada pekan pertama, pekan lalu.
Bermain di kandang sendiri, tuan rumah tampil dominan pada awal laga. Peluang emas Persiba Balikpapan didapat pada menit ke-11 melalui, Oktavianus Maniani namun sepakannya dapat dihalau oleh penjaga gawang Sriwijaya FC, Teja Paku Alam.
Tak berselang lama, pemain Beruang Madu, Rahel Rahardiansyah kembali mengancam gawang Sriwijaya FC. Sayang, sepakannya mampu diamankan Teja. Peluang tuan rumah lewat tendangan Shohei Matsunaga pada menit ke-21 juga kembali dimentahkan Teja yang bermain apik di bawah mistar Sriwijaya FC.
Terus ditekan, Sriwijaya terlihat frustrasi. Striker impor, Hilton Moreira diganjar kartu kuning karena melanggar Iqbal Samad pada menit ke-30. Gara-gara tekel tersebut, Iqbal Samad sempat mendapat pertolongan dari tim medis.
Sriwijaya FC mendapatkan peluang emas pertama pada menit ke-37. Umpan diagonal dari Supardi gagal dimanfaatkan menjadi gol oleh Alberto Goncalves. Tandukan mantan pemain Persipura Jayapura itu bisa dihalau dengan sangat baik oleh Alfonsius Kelvan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persiba mengejutkan pertahanan Sriwijaya FC. Tendangan dari kotak penalti yang dilakukan Kurniawan Karman cukup mengagetkan pertahanan Sriwijaya FC. Sayang, sepakan Kurniawan melambung tinggi di atas mistar gawang Teja.
Lini belakang Sriwijaya FC yang begitu mudah ditembus menjadi ajang Kurniawan pamer kebolehan dengan meliuk-liuk di lapangan tengah. Kerja samanya dengan Oktovianus Maniani cukup merepotkan pertahanan Laskar Wong Kito.
Teja Paku Alam kembali bekerja keras pada menit ke-57. Sepakan keras dari Okto Maniani dari sudut kiri penyerangan Persiba bisa diantisipasi dengan baik oleh mantan pemain Sriwijaya U-21 itu.
Pada menit ke-66, Sriwijaya FC mendapatkan peluang emasnya yang pertama. Umpan jauh Beto Goncalves diterima dengan baik oleh Hilton Moreira. Sayang, pemain Brasil itu tak mampu memanfaatkan peluang. Tendangannya lemah dan dapat diantisipasi, Alfonsius.
Pertandingan berjalan seru memasuki menit akhir pertandingan. Pemain pengganti Heri Susanto, melakukan sepakan dari jauh dan lagi-lagi ditepis oleh Teja Paku Alam.
Jual beli serangan tetap terjadi namun tidak ada gol yang tercipta. Hasil imbang 0-0 membuat kedua tim harus puas dengan meraih satu poin pada pekan kedua Torabika SC 2016.
Susunan Pemain:
Persiba (4-4-2): Alfonsius Kelvan; Abdul Aziz Lutfi Akbar, Abdul Rahman, Ledi Utomo, Dirkir Kohn Glay; Iqbal Samad, Antonius Teles Junior, Kurniawan Karman, Oktavianus Maniani; Rahel Radiansyah, Sohei Matsunaga
Pelatih: Jaino Matos
Sriwijaya FC (4-4-2): Teja Paku Alam; Ngurah Wahyu Trisna, Achmad Jufriyanto, Supardi, Wildansyah; Firman Utia, Yu Hyun-koo, M. Ridwan, Fachrudin Aryanto; Alberto Goncalves, Hilton Moreira
Pelatih: Widodo C. Putro
Penyebab Muhammad Ridwan Cedera saat Duel Persiba Vs Sriwijaya FC
Hasil satu poin yang diraih Sriwijaya FC di
markas Persiba Balikpapan (0-0), Jumat (6/5/2016) harus dibayar mahal
dengan cederanya pemain sayap andalan, Muhammad Ridwan.
Ridwan ditarik pada awal babak pertama karena mengalami cedera. Berdasarkan pemeriksaan awal, mantan pemain PSIS Semarang itu tidak mengalami cedera serius. Fisioterapis SFC, Sigit Pramudya mengatakan, otot paha kiri Ridwan tertarik.
"Ridwan harus istirahat dulu. Banyak faktor yang menyebabkan dia cedera, salah satunya kondisi lapangan Stadion Parikesit yang tidak ideal, maka kami memutuskan untuk mengistirahatkan dia," ujar Sigit.
Ridwan juga mengakui bagian di sisi lapangan stadion yang sedikit bergelombang dan mengganggu pergerakannya saat menggiring bola. “Sebenarnya tidak terlalu parah tapi tim medis memutuskan saya istirahat untuk menghindari cedera yang lebih serius. Memang agak nyeri jadi harus terapi dan mengikuti saran tim medis," katanya.
Tim medis Sriwijaya FC langsung melakukan penanganan cedera M. Ridwan dengan memberikan terapi. Jeda satu pekan dalam ajang Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo dirasa cukup untuk memulihkan kondisi Ridwan.
"Setelah terapi, saya kira kondisi Ridwan bisa cepat pulih dan bisa dimainkan pada laga berikutnya melawan Madura United," tegas Sigit.
Pemain Sriwijaya FC mendapat waktu pemulihan cukup lama. Setelah menjalani laga tandang di Balikpapan, mereka baru bertanding pada pekan ketiga, Minggu (15/5/2016) di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang.
"Waktu untuk pemulihan sangat ideal, jadi kami bisa memulihkan fisik semua pemain dan mengatasi pemain yang cedera," lanjutnya.
Lawatan Sriwijaya FC dalam pekan pertama dan kedua sebenarnya bisa dibilang cukup sukses. Mereka meraih dua angka meski menghadapi pertandingan berat. Sebelum menahan Persiba 0-0, Sriwijaya FC dapat satu poin dari kandang Persib Bandung.
Ridwan ditarik pada awal babak pertama karena mengalami cedera. Berdasarkan pemeriksaan awal, mantan pemain PSIS Semarang itu tidak mengalami cedera serius. Fisioterapis SFC, Sigit Pramudya mengatakan, otot paha kiri Ridwan tertarik.
"Ridwan harus istirahat dulu. Banyak faktor yang menyebabkan dia cedera, salah satunya kondisi lapangan Stadion Parikesit yang tidak ideal, maka kami memutuskan untuk mengistirahatkan dia," ujar Sigit.
Ridwan juga mengakui bagian di sisi lapangan stadion yang sedikit bergelombang dan mengganggu pergerakannya saat menggiring bola. “Sebenarnya tidak terlalu parah tapi tim medis memutuskan saya istirahat untuk menghindari cedera yang lebih serius. Memang agak nyeri jadi harus terapi dan mengikuti saran tim medis," katanya.
Tim medis Sriwijaya FC langsung melakukan penanganan cedera M. Ridwan dengan memberikan terapi. Jeda satu pekan dalam ajang Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo dirasa cukup untuk memulihkan kondisi Ridwan.
"Setelah terapi, saya kira kondisi Ridwan bisa cepat pulih dan bisa dimainkan pada laga berikutnya melawan Madura United," tegas Sigit.
Pemain Sriwijaya FC mendapat waktu pemulihan cukup lama. Setelah menjalani laga tandang di Balikpapan, mereka baru bertanding pada pekan ketiga, Minggu (15/5/2016) di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang.
"Waktu untuk pemulihan sangat ideal, jadi kami bisa memulihkan fisik semua pemain dan mengatasi pemain yang cedera," lanjutnya.
Lawatan Sriwijaya FC dalam pekan pertama dan kedua sebenarnya bisa dibilang cukup sukses. Mereka meraih dua angka meski menghadapi pertandingan berat. Sebelum menahan Persiba 0-0, Sriwijaya FC dapat satu poin dari kandang Persib Bandung.
Sabtu, 27 Februari 2016
Kedua tim akan saling bentrok pada babak grup turnamen Piala Gubernur Kaltim, yang dimulai pada 27 Februari hingga 13 Maret 2016.
PS TNI antusias menghadapi laga perdana mereka pada turnamen Piala
Gubernur Kalimantan Timur kontra Sriwijaya FC. PS TNI punya keuntungan
sendiri karena kini memiliki Andi Susanto, yang sudah mengenal
bagaimana Laskar Wong Kito.
Ya, Andi pernah menukangi Sriwijaya U-21 pada musim 2013/14. Ia pun mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Sriwijaya akan menarik, yang mana hal tersebut akan menjadi ajang reuni dengan beberapa mantan anak asuhnya.
"Tentu pertemuan dengan SFC akan sangat menarik, saya senang karena di sana ada beberapa mantan anak asuh saya seperti Hapit Ibrahim, Manda Cingi atau Zalnando. Saya juga tak kaget kalau mereka menembus tim senior," ungkap Andi dilansir Laskar Wong Kito.
Andi tak menampik bahwa deretan pemain bintang yang kini kembali membela Sriwijaya seperti Firman Utina, Achmad Jufriyanto, Ridwan hingga rekrutan anyar Bayu Gatra punya pengalaman yang lebih banyak ketimbang PS TNI.
"Saya tetap percaya dengan para pemain PS TNI, namun harus diakui deretan pemain bintang yang dimiliki SFC punya jam terbang tinggi dan itu bisa menjadi nilai lebih," urai sosok yang mempersembahkan trofi bagi Sriwijaya U-21 itu.
![]()
Ya, Andi pernah menukangi Sriwijaya U-21 pada musim 2013/14. Ia pun mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Sriwijaya akan menarik, yang mana hal tersebut akan menjadi ajang reuni dengan beberapa mantan anak asuhnya.
"Tentu pertemuan dengan SFC akan sangat menarik, saya senang karena di sana ada beberapa mantan anak asuh saya seperti Hapit Ibrahim, Manda Cingi atau Zalnando. Saya juga tak kaget kalau mereka menembus tim senior," ungkap Andi dilansir Laskar Wong Kito.
Andi tak menampik bahwa deretan pemain bintang yang kini kembali membela Sriwijaya seperti Firman Utina, Achmad Jufriyanto, Ridwan hingga rekrutan anyar Bayu Gatra punya pengalaman yang lebih banyak ketimbang PS TNI.
"Saya tetap percaya dengan para pemain PS TNI, namun harus diakui deretan pemain bintang yang dimiliki SFC punya jam terbang tinggi dan itu bisa menjadi nilai lebih," urai sosok yang mempersembahkan trofi bagi Sriwijaya U-21 itu.
Ada Sriwijaya FC dan Mitra Kukar, Gonzales:Piala Gubernur Kaltim Lebih Menantang
Keberadaan Sriwijaya FC dan Mitra Kukar serta beberapa tim ISL
lainnya membuat Cristian Gonzales lebih bersemangat menyambut Piala
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).
Ia menilai PGK lebih menantang. Namun demikian, penyerang gaek Arema itu optimis timnya bisa berbuat banyak di turnamen tersebut. Ia yakin bisa bersaing mengingat Arema makin kompak usai mengikuti Bali Island Cup 2016 kemarin.
Pemain naturalisasi asal Uruguay itu baru saja membawa Arema menjuarai Bali Island Cup 2016. Bahkan Gonzales pun sukses menyabet gelar top skor dengan lima golnya.
"Mungkin di Piala Gubernur Kaltim akan menjadi lebih berat buat Arema, karena yang saya tahu tim yang ikut serta lebih banyak dibandingkan Bali Island Cup," tutur pemain yang akrab disapa el Loco ini seperti kutip dari situs resmi Arema.
Di gelaran Piala Gubernur Kaltim, Arema akan tergabung dengan tuan rumah Pusamania Borneo FC di Grup A. Selain kedua tim, ada Persela Lamongan dan Gresik United.
"Biar bagaimana pun, saya tetap optimistis bisa berprestasi lagi dan membawa Arema juara di turnamen ini," ujarnya.
Arema memang memasang target tinggi. Tidak hanya Gonzales yang yakin Arema bisa berbuat banyak beberapa pemain termasuk kapten di ajang Bali Island, Hendro Siswanto pun yakin Arema bisa melanjutkan tren positifnya di Kaltim.
Ia menilai PGK lebih menantang. Namun demikian, penyerang gaek Arema itu optimis timnya bisa berbuat banyak di turnamen tersebut. Ia yakin bisa bersaing mengingat Arema makin kompak usai mengikuti Bali Island Cup 2016 kemarin.
Pemain naturalisasi asal Uruguay itu baru saja membawa Arema menjuarai Bali Island Cup 2016. Bahkan Gonzales pun sukses menyabet gelar top skor dengan lima golnya.
"Mungkin di Piala Gubernur Kaltim akan menjadi lebih berat buat Arema, karena yang saya tahu tim yang ikut serta lebih banyak dibandingkan Bali Island Cup," tutur pemain yang akrab disapa el Loco ini seperti kutip dari situs resmi Arema.
Di gelaran Piala Gubernur Kaltim, Arema akan tergabung dengan tuan rumah Pusamania Borneo FC di Grup A. Selain kedua tim, ada Persela Lamongan dan Gresik United.
"Biar bagaimana pun, saya tetap optimistis bisa berprestasi lagi dan membawa Arema juara di turnamen ini," ujarnya.
Arema memang memasang target tinggi. Tidak hanya Gonzales yang yakin Arema bisa berbuat banyak beberapa pemain termasuk kapten di ajang Bali Island, Hendro Siswanto pun yakin Arema bisa melanjutkan tren positifnya di Kaltim.
Jumat, 26 Februari 2016
Selamat Datang Di Blogger Fadhil Ramadhan
Forumnya Cheat.
Jika Ingin Merequest Silakan Di Kommentar
Facebook : Fadhil Ramadhan
Instagram : fadhilfrn
- Fadhil Ramadhan
Jika Ingin Merequest Silakan Di Kommentar
Facebook : Fadhil Ramadhan
Instagram : fadhilfrn
- Fadhil Ramadhan
Langganan:
Komentar (Atom)